3

Sarapan Sehat Tanpa Ribet Bersama Melilea

Sarapan itu penting, tapi sayangnya saya termasuk orang yang seringkali melewatkan sarapan. Ada saja alasannya, mulai dari terburu-buru, diet, hingga paling sering adalah malas karena nggak mau ribet. Padahal sarapan menjadi sumber nutrisi bagi tubuh dan mengurangi risiko berbagai penyakit seperti diabetes,maag hingga kanker. Eits, tapi itu dulu….Sebelum tubuh saya harus berbagi nutrisi dengan si kecil yang masih berusia 3 bulanan. Yup, saya ini ibu menyusui. Jadi saya nggak boleh melewatkan sarapan. Apalagi ibu menyusui bawaannya lapar melulu, terutama sehabis menyusui. Betul nggak?

Makanya, saya kini menjadi lebih perhatian terhadap apa yang saya makan, karena akan berefek pada si kecil. Jadi nggak boleh sembarangan makan, harus yang bergizi. Sempat bingung juga nyari makanan bergizi yang enak tapi nggak pakai ribet. Pucuk di cinta ulam tiba, saya mengenal Melilea. Siapa tuh? Itu loh, produk organik yang super keren. Satu-satunya makanan fungsional organik bintang 5 di Asia dengan komposisi 24 jenis sayuran dan buahan wholefood dengan kondisi raw food. Jadi, produk Melilea ini di hasilkan dari ladang yang bebas dari polusi udara, suara serta ditanam tanpa menggunakan pestisida dan zat pengawet. Pokoknya 100% organik deh. Dengan kandungan nutrisinya yang oke punya, tentu saja Melilea sangat cocok jadi menu sarapan kita.

melilea product Baca lebih lanjut

2

Review RS Bunda Semarang

Pengalaman melahirkan merupakan sesuatu yang mendebarkan terutama untuk yang pertama kalinya. Persiapan menyambut si kecil membuat orang tua khususnya si ibu menjadi excited. Salah satunya adalah memilih tempat persalinan. Apakah memilih melahirkan dengan bantuan dokter atau bidan? Apakah memilih di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), Rumah Sakit Umum atau Rumah Bersalin? Saya yakin, tidak sedikit yang mengalami kegalauan memilih tempat persalinannya, termasuk saya hehehe….

Nah, setelah sebelumnya jauh-jauh hari saya survei tentang RS berikut biaya persalinannya, menjelang HPL saya masih saja galau. Baru di minggu terakhir akhirnya saya bisa memutuskan mau melahirkan dimana. Seperti sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya akhirnya memilih melahirkan di RS Bunda mengambil kamar kelas 3 yang paling murah.

Berhubungan kehamilan pertama saya ini normal dan tidak ada indikasi yang mengharuskan saya untuk operasi, saya sempat berniat melahirkan di dokter lain atau bahkan di bidan saja, yang murah bahkan gratis jika menggunakan BPJS. Namun atas beberapa pertimbangan saya akhirnya memilih melahirkan di dokter saya biasa kontrol. Baca lebih lanjut

5

My First Baby Boy

Setelah sekian lama absen ngeblog, postingan pertama di tahun 2016 ini saya ingin berbagi kabar bahagia. Yup, alhamdulilah pada akhir Januari kemarin saya berhasil melahirkan seorang anak laki-laki mungil melalui persalinan normal. Sebenarnya saya ingin segera posting segera setelah si kecil lahir, tapi apa daya waktu saya tersita untuk mengurusnya. Bukan hal mudah untuk mendapatkan free time, bahkan untuk tidur pun harus pintar-pintar cari waktu.

So, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman pertama saya melahirkan. Bermula dari kegalauan saya yang belum merasakan tanda-tanda mau melahirkan padahal sudah mendekati HPL yaitu tanggal 26 Januari. Sehari sebelumnya saya kontrol ke dokter dan saya cukup cemas ketika dokter bilang air ketuban saya sudah berkurang. Dokter pun menyarankan untuk menunggu hingga 3 hari. Jika dalam jangka waktu 3 hari tidak ada kontraksi maka saya disuruh untuk induksi, karena takutnya air ketuban keburu habis. Besoknya pas HPL belum juga ada tanda-tanda kontraksi, namun dari sore sampai malam saya sempat flek. Besoknya, kami pun memutuskan untuk ke dokter, supaya jelas apakah saya tetap harus induksi/tidak. Berhubung hari itu hari Rabu dan dokter saya hanya ada jadwal praktek di RS Banyumanik, maka saya pun bela-belain ke Banyumanik meskipun jauh dan hujan deras pula. Baca lebih lanjut

0

Alat Pembayaran Transportasi Publik di Singapura

Sebentar lagi tahun baru neh…Bagi sebagian orang, tahun baru jadi ajang wajib buat dirayakan. Yup, jadi nggak usah heran kalau nanti akan berdatangan tawaran-tawaran dalam rangka perayaan tahun baru. Mulai dari diskon akhir tahun, hingga paket liburan kesana-kemari hehehe…Buat yang mau pergi liburan, silahkan segera direncanakan mau pergi berlibur kemana. Jangan lupa siapkan surat cuti kalau memang dibutuhkan.

Mengenai tempat tujuan berlibur, nggak cuma dalam negeri saja yang ramai  tapi juga luar negeri. Salah satu destinasi liburan keluar negeri adalah negera tetangga Singapura. Nah, ngomongin Singapura tentu nggak akan lepas dari sistem transportasi publiknya. Seperti yang kita tahu, Singapura merupakan salah satu negara maju yang memiliki transportasi publik yang nyaman. Transportasi publiknya yang terkenal adalah Mass Rapid Transit (MRT). Selain itu juga ada bus LRT dan juga taxi. So, bagi kalian yang baru pertama kali mau bepergian ke Singapura, perlu tahu nih tentang sistem transportasi publik di sana. Mulai dari trasportasi apa saja yang ada dan bagaimana cara menggunakannya. Baca lebih lanjut

16

Estimasi Biaya Persalinan di Semarang

Alhamdulilah, nggak terasa usia kehamilan sudah memasuki 7 bulan. Selama 7 bulan ini berat saya hanya naik 6 kg saja semenjak 3 bulan terakhir. Jadi tiap bulan rata-rata naik 2 kg saja, maka itu artinya sampai nanti waktunya melahirkan totalnya hanya 12 kg saja hihihi…Insyallah sih berat tersebut masih aman untuk janin, karena dokter saya juga nggak komentar apa-apa dan setahu saya memang kenaikan berat normal antara 10-15 kg.

Nah, ngomongin masalah persalinan yang sekitar 2 bulanan lagi. Saya sudah mulai memikirkan segala tetek bengeknya. Mulai dari nama calon anak jika laki-laki maupun perempuan, perlengkapan calon ibu dan bayi hingga yang utama adalah biaya melahirkan.Sebenarnya sih sudah mulai di pikir dan sudah pula di list dari kemarin-kemarin, tapi masih nyantai. Kalau masalah nama sudah ada beberapa pilihan. Masalah perlengkapan ibu dan bayi juga sudah mulai terkumpul. Alhamdulilah nggak terlalu banyak yang harus dibeli, karena dapat hibah dari kakak ipar. Lumayan berhemat banget gitu, hehehe…Nah, yang paling penting adalah masalah biaya persalinan. Untuk yang satu ini tergantung tempat dimana saya melahirkan nanti dan itu masih dalam proses. Penginnya di bidan saja yang lebih murah dan semoga nanti semuanya lancar sehingga saya bisa melahirkan dengan normal.

Ngomongin soal biaya untuk lahiran, tentunya yang jadi perhatian utama adalah masalah biaya. Kalau punya banyak duit mah nggak masalah mau lahiran dimana, bebas memilih RS yang dimau dan yang memiliki fasilitas terbaik. Tapi bagi saya, biaya/tarif tiap RS yang berbeda-beda menjadi pertimbangan tersendiri. Jadi, untuk itu saya pun mencari tahu tarif beberapa RS yang berpotensi menjadi tujuan tempat bersalin saya nanti. Berikut ini adalah hasil survey saya untuk estimasi biaya melahirkan di beberapa RS di Semarang Baca lebih lanjut

2

Tips Atasi Mual Muntah Saat Hamil

Alhamdulilah, akhirnya perjuangan untuk hamil berbuah juga. Maklum sebelumnya saya suspect PCOS, namun akhirnya saya bisa juga mendapatkan 2 garis merah pada test pack. Senengnya bukan main. Dan pada trisemester pertama, seperti halnya bumil pada umumnya, saya juga terserang sindrom mual muntah juga. Badan juga rasanya lemas, nggak nafsu makan. Alhasil, 2 bulanan terakhir saya tidak meng-update blog. Selain itu saat bulan Ramadan kemarin saya juga puasa full dan punya kegiatan khusus di rumah, yaitu bikin kue hehehehe…Jadi bayangin aja, saat hamil, dari pagi sampai siang bikin kue, sorenya masak dan malamnya tarawih. Aiih….untuk menyentuh laptop, apalagi memeras otak untuk menulis rasanya nggak ada mood sama sekali *ngeles*😛.

IMG_20150725_081612

Baca lebih lanjut

6

Pesta Berujung Jalan-jalan

DSC_0603Awal Mei kemarin, saya dan suami ke Jakarta.  Niat utama sih menghadiri resepsi pernikahan teman kuliah saya. Tapi tentunya sayang gitu loh, kalau kami jauh-jauh datang ke Jakarta cuma sehari dua hari buat ke resepsi saja. Saya pun akhirnya menyusun rencana jalan-jalan selama di Jakarta. Rencana perjalanan sudah disusun, tiket sudah di tangan. Hari Kamis siang (4/5) kamipun berangkat dari Semarang naik kereta Kamandaka dan turun di Tegal. Lalu dari Tegal kami naik kereta Tegal Express tujuan Jakarta. Yup, kami memang dua kali naik kereta. Kenapa? Karena kami kehabisan tiket kereta Semarang-Jakarta yang sesuai dengan anggaran kami hehehe… Dalam hitungan menit, tiket kereta langsung habis, maklum saja karena memang lagi long weekend. Kalau naik bisnis apalagi eksekutif, haduuhh…isi kantong nggak cukup. Maka jadilah kami mencari strategi lain. Dari stasiun poncol kereta Kamandaka berangkat jam 11.00 dan sampai Tegal jam 14.00. Jeda 30 menit menunggu keberangkatan Tegal Ekspress yaitu jam 14.30. Sayangnya, saat itu kereta terlambat dan baru berangkat jam 15.30. Menempuh sekitar 5 jam perjalanan, kamipun akhirnya sampai di stasiun Senen. Baca lebih lanjut