4

11 Tahun Menanti, Mothercare Hadir di Semarang

dsc_2715Buat para ibu pasti tahu dong tentang Mothercare? Itu loh, salah satu merek yang menyediakan produk perlengkapan ibu dan bayi dengan kualitasnya yang premium. Saya sendiri sebenarnya juga baru tahu saat sudah menjadi ibu hihihi…Kenalan sama Mothercare juga secara nggak sengaja pas lagi hunting perlengkapan bayi di online shop. Yang paling sering dicari biasanya sih baju bayi. Soalnya bahannya emang bagus selain modelnya yang kece-kece. Kalau dulu biasanya kalau mau cari produknya Mothercare biasanya lewat online shop. Secara gitu, kalau harus ke tokonya jauh euy…Toko terdekat saja ada di Jogja. Sekarang mah sudah nggak perlu lagi jauh-jauh ke Jogja, Jakarta apalagi ke negara tetangga buat dapetin produk-produknya Mothercare. Karena sekarang Mothercare sudah membuka gerainya di Jawa Tengah.  Baca lebih lanjut

6

Wajah Baru Starbucks Paragon Semarang

dsc_0002Saat weekend adalah saatnya bersantai dan menghilangkan kejenuhan. Bahkan bagi saya yang sekadar ibu rumah tangga biasa yang kerjaannya itu itu saja, saat weekend tetaplah istimewa. Kenapa? Karena suami saat weekend lebih mau buat di ajak kemana-mana hehehe…Salah satunya saat saya ajak untuk datang bersama menghadiri re-launching Starbucks Paragon Semarang Sabtu (10/9) kemarin. Setelah sempat tutup sekitar satu bulanan, kini renovasinya sudah selesai dan Starbucks sudah dibuka kembali.

Seperti apa tampilan baru Starbucks? Kalau menurut saya tampilannya terlihat jauh berbeda dengan sebelumnya. Meskipun sama-sama nyamannya, tapi saya lebih suka melihat tampilan baru Starbucks yang sekarang. Terkesan lebih luas dan lebih hmmm…”plong” kalau dalam bahasa jawanya. Mungkin ini salah satunya dikarenakan atapnya yang dibuat model terbuka dengan  menampakkan pipa-pipa saluran air dan udara dengan apa adanya. Selain itu, perubahan lainnya terdapat pada bagian bar-nya yang sekarang berada di tengah dan lebih terbuka. Kalau kata Mba Nadia dari pihak Marketing Starbucks, konsep ini mereka namakan “you can see bar“. Jadi pelanggan bisa melihat proses sang coffee master membuat minuman pesanan mereka. Baca lebih lanjut

5

BCA Ngobrol Bareng Blogger Semarang

dsc_2608Sekian lama off  ngumpul acara blogger, akhirnya Rabu (31/8) kemarin kesampaian juga ngumpul bareng teman-teman blogger lagi. Kali ini saya hadir di acara BCA yang bertajuk “Ngobrol Bareng Blogger” di Nestcology Cafe Jl.Tambora No.5A Semarang. Meski acara dimulai jam 18.30 WIB, namun satu jam sebelumnya saya sudah sampai di lokasi. Setelah sampai disana dan saling sapa dengan beberapa teman blogger, kami kemudian segera melakukan registrasi. Berhubung acara belum dimulai dan belum terlalu ramai, sambil menunggu saat sholat maghrib saya pun menyempatkan berfoto-foto dulu. Kebetulan di sana juga disediakan photobooth buat para blogger sekaligus bisa bawa pulang hasil print photobooth-nya. Aiih…. tahu saja nih penyelenggaranya kalau kami hobi foto hihihi…

Nggak berapa lama setelah selesai sholat maghrib, acara pun dibuka oleh duo MC yang ramai bin kocak. Setelah beramah-tamah dengan para peserta, kami lalu dipersilakan untuk menikmati hidangan makan malam yang maknyus abis. Dengan menu yang alamaaakk…..dijamin deh jadi bikin perut pengin nambah dan nambah makan lagi, apalagi bagi saya yang busui, menunya pas banget jadi booster ASI hehehe… Suasana makan pun semakin asyik karena ada iringan live music yang menemani. Tim BCA bisa dibilang total mempersiapkan acara ini, terlihat dari pilihan tempat acara yang tentu saja makanannya mendukung, sesuai bangetlah sama tema obrolannya. Selain itu juga dekorasi dan photobooth yang disediakan, ciamik pisan. Baca lebih lanjut

0

Ketika Batuk Pilek Menyerang Kenzie

Makan biskuitJadi MahMud (baca: mamah muda) itu emang bikin excited. Nggak cuma excited happy-nya tapi juga excited rempongnya hehehe…Nah, seperti saya ini yang baru pertama kali punya anak. Punya anak yang sehat dan ceria tentu akan sangat menyenangkan. Meski capek tapi senang gitu…Tapi ternyata emang yah, nggak ada yang abadi. Karena roda terus berputar, kadang di atas kadang di bawah *halah* Kadang ada kalanya anak jatuh sakit. Kalau sudah gitu emaknya pasti sedih dong. Kayak saya yang sedih tiap kali Kenzie sakit. Rasanya kalau bisa itu penyakit anak pindah deh ke saya. Lebih baik saya yang sakit daripada anak yang sakit.

Nah, sedihnya si Kenzie hingga dia berumur 7 bulan ini sudah beberapa kali sakit. Penyakit paling sering adalah demam, dan batuk pilek. Kalau udah kena pilek dan hidungnya mampet, paling nggak tega. Kenzie kesusahan buat nafas, tidur ga nyenyak dan jadi rewel. Kalau sudah begitu emak bapaknya dan neneknya yang rempong. Baca lebih lanjut

3

Sarapan Sehat Tanpa Ribet Bersama Melilea

Sarapan itu penting, tapi sayangnya saya termasuk orang yang seringkali melewatkan sarapan. Ada saja alasannya, mulai dari terburu-buru, diet, hingga paling sering adalah malas karena nggak mau ribet. Padahal sarapan menjadi sumber nutrisi bagi tubuh dan mengurangi risiko berbagai penyakit seperti diabetes,maag hingga kanker. Eits, tapi itu dulu….Sebelum tubuh saya harus berbagi nutrisi dengan si kecil yang masih berusia 3 bulanan. Yup, saya ini ibu menyusui. Jadi saya nggak boleh melewatkan sarapan. Apalagi ibu menyusui bawaannya lapar melulu, terutama sehabis menyusui. Betul nggak?

Makanya, saya kini menjadi lebih perhatian terhadap apa yang saya makan, karena akan berefek pada si kecil. Jadi nggak boleh sembarangan makan, harus yang bergizi. Sempat bingung juga nyari makanan bergizi yang enak tapi nggak pakai ribet. Pucuk di cinta ulam tiba, saya mengenal Melilea. Siapa tuh? Itu loh, produk organik yang super keren. Satu-satunya makanan fungsional organik bintang 5 di Asia dengan komposisi 24 jenis sayuran dan buahan wholefood dengan kondisi raw food. Jadi, produk Melilea ini di hasilkan dari ladang yang bebas dari polusi udara, suara serta ditanam tanpa menggunakan pestisida dan zat pengawet. Pokoknya 100% organik deh. Dengan kandungan nutrisinya yang oke punya, tentu saja Melilea sangat cocok jadi menu sarapan kita.

melilea product Baca lebih lanjut

2

Review RS Bunda Semarang

Pengalaman melahirkan merupakan sesuatu yang mendebarkan terutama untuk yang pertama kalinya. Persiapan menyambut si kecil membuat orang tua khususnya si ibu menjadi excited. Salah satunya adalah memilih tempat persalinan. Apakah memilih melahirkan dengan bantuan dokter atau bidan? Apakah memilih di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), Rumah Sakit Umum atau Rumah Bersalin? Saya yakin, tidak sedikit yang mengalami kegalauan memilih tempat persalinannya, termasuk saya hehehe….

Nah, setelah sebelumnya jauh-jauh hari saya survei tentang RS berikut biaya persalinannya, menjelang HPL saya masih saja galau. Baru di minggu terakhir akhirnya saya bisa memutuskan mau melahirkan dimana. Seperti sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya akhirnya memilih melahirkan di RS Bunda mengambil kamar kelas 3 yang paling murah.

Berhubungan kehamilan pertama saya ini normal dan tidak ada indikasi yang mengharuskan saya untuk operasi, saya sempat berniat melahirkan di dokter lain atau bahkan di bidan saja, yang murah bahkan gratis jika menggunakan BPJS. Namun atas beberapa pertimbangan saya akhirnya memilih melahirkan di dokter saya biasa kontrol. Baca lebih lanjut

5

My First Baby Boy

Setelah sekian lama absen ngeblog, postingan pertama di tahun 2016 ini saya ingin berbagi kabar bahagia. Yup, alhamdulilah pada akhir Januari kemarin saya berhasil melahirkan seorang anak laki-laki mungil melalui persalinan normal. Sebenarnya saya ingin segera posting segera setelah si kecil lahir, tapi apa daya waktu saya tersita untuk mengurusnya. Bukan hal mudah untuk mendapatkan free time, bahkan untuk tidur pun harus pintar-pintar cari waktu.

So, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman pertama saya melahirkan. Bermula dari kegalauan saya yang belum merasakan tanda-tanda mau melahirkan padahal sudah mendekati HPL yaitu tanggal 26 Januari. Sehari sebelumnya saya kontrol ke dokter dan saya cukup cemas ketika dokter bilang air ketuban saya sudah berkurang. Dokter pun menyarankan untuk menunggu hingga 3 hari. Jika dalam jangka waktu 3 hari tidak ada kontraksi maka saya disuruh untuk induksi, karena takutnya air ketuban keburu habis. Besoknya pas HPL belum juga ada tanda-tanda kontraksi, namun dari sore sampai malam saya sempat flek. Besoknya, kami pun memutuskan untuk ke dokter, supaya jelas apakah saya tetap harus induksi/tidak. Berhubung hari itu hari Rabu dan dokter saya hanya ada jadwal praktek di RS Banyumanik, maka saya pun bela-belain ke Banyumanik meskipun jauh dan hujan deras pula. Baca lebih lanjut