Selektif Memilih Informasi

Tinggal menghitung hari untuk pemilu dan perseteruan kedua kubu pendukung capres sepertinya kian memanas. Pagi tadi seusai subuhan, saya sama suami baca-baca berita tentang pemilu di Internet. Dari berita-berita tersebut, yang kami sayangkan banyak orang atau tokoh yang memilih capres No.1 dan No.2 hanya berdasarkan atas isu atau wacana tertentu. Yang namanya isu dan wacana kan sesuatu yang nggak jelas pasti tidaknya, hanya kasak-kusuk.  Anehnya ketika mereka menyatakan tidak memilih salah satu capres tertentu dengan menggunakan kata “katanya”. Nah loh, berarti sebenarnya mereka nggak yakin dong dengan apa yang mereka katakan.

Banyak isu negatif dan black campaign yang disebarkan atas kubu lawan demi meraih simpatisan. Internet pun menjadi media paling mudah untuk menyebarkannya. Hal ini kemudian membuat banyak muncuk “situs-situs berita” dadakan yang pro dan kontra terhadap salah satu capres. Alhasil banyak juga yang terpancing emosinya dan saling serang komentar. Sayangnya, nggak sedikit para pengguna internet yang akhirnya menelan mentah-mentah informasi yang di dapatkannya tanpa cek ricek terlebih dahulu kebenaran berita tersebut. Hal ini tidak berlaku hanya untuk informasi terkait capres saja tapi juga informasi dan berita lainnya. Jadi, alangkah baiknya jika kita tidak langsung percaya begitu saja terhadap suatu pemberitaan tertentu.

Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengetahui kebenaran berita Baca lebih lanjut

Kebaya di Hari Raya

Beberapa waktu yang lalu, saya dan adik habis beres-beres rumah. Selain kamar dan lemari buku alm. Bapak, kamar dan lemari pakaian kami juga kena sasaran. Sewaktu beres-beres lemari baju, nggak sengaja nemu baju kebaya alm. Ibu yang dipakai saat menghadiri wisuda saya dulu. Kebaya putih polos dengan motif bordir. Gara-gara lihat kebaya ibu, saya jadi kepikiran pengin memakai busana kebaya saat hari Lebaran nanti. Tentunya kebaya yang ingin saya pakai nanti bukan model kebaya yang rumit atau njlimet, tapi kebaya model simple yang kasual saja. Kebetulan saya juga nggak punya baju kebaya sama sekali. Eh, ada ding satu baju kebaya putih polos pas zaman SMA yang udah zadul dan terlihat biasa (pakai) banget.  Jadi kebayanya selain sebagai baju baru saat Lebaran nanti, hitung-hitung juga buat nambah koleksi baju hehehe….

Berhubung lebaran tinggal sebulan lagi dan sepertinya nggak memungkinkan untuk bikin kebaya baru, lebih baik saya pakai jalur cepat aja. Baca lebih lanjut

Hampir Kena Tipu

dok.nutrisiuntukbangsa.org

dok.nutrisiuntukbangsa.org

Beberapa hari lalu saya hampir saja kena tipu. Begini ceritanya, selagi saya lagi asyik lihat-lihat barang di toko, suami tiba-tiba telp dan minta mengirimkan no.rekening bank saya. Suami bilang mau ditransfer uang sama prof XXX yang merupakan salah satu pejabat di kampus dan saya nanti di suruh segera ngecek ke ATM apakah uangnya sudah masuk apa belum. Lantas saya bilang kalau cuma buat ngecek dana sudah masuk atau belum nggak perlu ke ATM, karena bisa di cek lewat hape. Setelah mengirim no.rekening, nggak berapa lama kemudian suami telp lagi dan pada intinya saya disuruh menghubungi no.prof XXX tersebut dan bilang kalo saya istrinya, karena katanya harus pakai kode-kode apa gitu, jadi saya disuruh ngomong langsung sama si prof. Agak bingung juga sebenarnya pada waktu itu, tapi saya ikuti saja perkataan suami.

Setelah saya sms no.telp yang dikirim suami, nggak berapa lama kemudian saya di telp. Tanpa basa basi si penelpon tanya apakah saya sudah di ATM apa belum, selain itu dia juga tanya saldo di ATM. Saya yang belum ngeh meski agak merasa aneh, iya-iya aja. Saya bilang kalau saldo saya hanya beberapa ratus ribu saja. Lantas si penipu meminta no.rekening yang lain dan saya pun iyain serta menyuruh saya segera ke ATM terdekat tanpa mematikan telp karena katanya pembicaraan di rekam untuk pertanggungjawaban. Saya sebenarnya agak kesal, karena saya belum selesai belanja. Tapi akhirnya saya keluar toko juga dan untungnya di dekat situ ada ATM *kok untung sih??*.

Singkat cerita, saya di ATM di Baca lebih lanjut

Looking for your “Ibu Peri”

Nah, kalau di postingan terakhir saya yang mencari “Ibu peri “. Postingan saya kali ini semoga bisa membantu teman-teman yang lagi nyari “Ibu perinya”. Hmm…jujur saja, saya sudah 6 bulan lebih ga update blog. Kalau mau minta alasan, pasti teman-teman sudah tahu dong…apalagi kalau bukan menyibukkan diri (baca: malas) hehe…Eh, tp ada benernya sih, pas nulis postingan sebelumnya itu saya pas lagi ribet-ribetnya mengurus persiapan pernikahan saya. Pasca menikah saya sibuk jadi ibu rumah tangga hehehe…*tsaaahh.

Alhamdulillah sah! :P Ini foto tanpa editan loh. Gimana? cantik kan? *maksa :D

Alhamdulillah sah! :P
Ini foto tanpa editan loh. Gimana? cantik kan? *maksa :D

Sebenarnya saya sudah berniat untuk menulis kelanjutan persiapan pernikahan saya dari dulu, tapi baru mood buat nulis lagi setelah terdorong *halah* dari beberapa komen yang bertanya…dan sepertinya review saya tentang perias pengantin yang saya pakai dapat berguna bagi capeng lainnya. Selain itu bulan ini kebetulan beberapa teman saya menikah dan beberapa yang lainnya sedang mempersiapkan pernikahannya. Jadinya greget gitu pengin berbagi saran dan masukan buat capeng lain.

Kalau ngomongin soal perias manten, akhirnya setelah dengan berbagai pertimbangan saya memakai jasa dari Baca lebih lanjut

Looking for my “Ibu Peri”

scarlettjohansenascinderellaKalau Cinderella yang kesehariannya biasa-biasa saja tapi mampu mempesona sang pangeran hanya dalam satu malam. Saya juga mau dong seperti dia, mempesona bagi setiap mata yang memandang saat hari pernikahan saya nanti.  Nah, untuk itu, saya juga butuh tim (baca: vendor) yang oke, serta tentunya saya butuh “Ibu Peri” yang bisa membuat saya terlihat lebih cantik dari biasanya. Untuk memilih ibu peri yang tepat ini bisa dibilang merupakan pencarian yang cukup sulit, kalau sampai salah memilih bisa-bisa bukannya jadi putri cantik bak Cinderella tapi malah jadi putri  tak dikenal dari negeri antah berantah. Buat para capeng perempuan pasti bakalan setuju kalau masalah rias merias terbilang masalah krusial dan mungkin menjadi urutan pertama dalam wedding list. Baca lebih lanjut

Bride To Be

Gambar-Baju-Pengantin-Muslim-01

I wish I could wear this on my wedding day. Ciamik sekali kan?

Masih sekitar 1,5 bulan lagi menjelang My Wedding Day dan saya belum mempersiapkan apa-apa. What??? Kaget kan? Saya sendiri juga kaget. Oke, sebenarnya bukannya belum mempersiapkan apa-apa sama sekali, tp memang belum bisa dan hanya baru beberapa persen saja. Kenapa? Saya ada di Semarang bukannya  di Purwokerto, yang notabene akan menjadi lokasi perhelatan hari bersejarah dalam hidup saya tersebut. So? Ya, saya susah dong kalau harus ngurus ini itu tapi saya nggak di lokasi. Alasan saja kamu le…Huft, dan sejujurnya itu memang hanya sekadar alasan saya saja. Alasan utamanya adalah karena saya belum ada dan belum tahu budget pasti untuk acara pernikahan saya tersebut.

Rencananya pernikahan saya ini bisa dibilang kilat, meskipun bukan mendadak. Gimana nggak, ndodok lawang yang sekaligus lamaran dilakukan tepat sebelum puasa, sekitar semingguan setelah cami sidang thesis. Saya sebenarnya penginnya Baca lebih lanjut

Haruskah Baju Baru saat Lebaran?

Nggak terasa sekarang sudah memasuki minggu ketiga bulan Ramadhan. Hmm…kira-kira sudah pada nyiapin keperluan buat lebaran belum ya? Sudah punya kue lebarankah? Trus sudah beli baju barukah?

Ngomongin baju lebaran, entah sejak kapan, yang jelas kebiasaan membeli baju baru saat hari Raya seperti Lebaran bagi umat Islam di Indonesia seakan sudah menjadi kebudayaan atau tradisi. Coba deh lihat, menjelang lebaran, hampir semua orang beramai-ramai mempersiapkan baju baru untuk lebaran. Mall dan toko-toko baju ramai oleh pembeli. Diskon dan penawaran menarik pun digelar sejak memasuki bulan Puasa. Bahkan sampai ada acara midnight sale segala. Wajar saja kalau pusat berbelanjaan semakin ramai dan kian bejubel oleh pembeli. Tak hanya toko baju, tukang jahit pun kebanjiran order. Tak hanya itu saja, model baju lebaran pun sangat beranekaragam. Setiap tahun trend baju lebaran juga ikut berganti. Tapi sebenarnya, seberapa penting sih baju baru buat Lebaran?  Baca lebih lanjut