Looking for your “Ibu Peri”

Nah, kalau di postingan terakhir saya yang mencari “Ibu peri “. Postingan saya kali ini semoga bisa membantu teman-teman yang lagi nyari “Ibu perinya”. Hmm…jujur saja, saya sudah 6 bulan lebih ga update blog. Kalau mau minta alasan, pasti teman-teman sudah tahu dong…apalagi kalau bukan menyibukkan diri (baca: malas) hehe…Eh, tp ada benernya sih, pas nulis postingan sebelumnya itu saya pas lagi ribet-ribetnya mengurus persiapan pernikahan saya. Pasca menikah saya sibuk jadi ibu rumah tangga hehehe…*tsaaahh.

Alhamdulillah sah! :P Ini foto tanpa editan loh. Gimana? cantik kan? *maksa :D

Alhamdulillah sah! :P
Ini foto tanpa editan loh. Gimana? cantik kan? *maksa :D

Sebenarnya saya sudah berniat untuk menulis kelanjutan persiapan pernikahan saya dari dulu, tapi baru mood buat nulis lagi setelah terdorong *halah* dari beberapa komen yang bertanya…dan sepertinya review saya tentang perias pengantin yang saya pakai dapat berguna bagi capeng lainnya. Selain itu bulan ini kebetulan beberapa teman saya menikah dan beberapa yang lainnya sedang mempersiapkan pernikahannya. Jadinya greget gitu pengin berbagi saran dan masukan buat capeng lain.

Kalau ngomongin soal perias manten, akhirnya setelah dengan berbagai pertimbangan saya memakai jasa dari Baca lebih lanjut

Looking for my “Ibu Peri”

scarlettjohansenascinderellaKalau Cinderella yang kesehariannya biasa-biasa saja tapi mampu mempesona sang pangeran hanya dalam satu malam. Saya juga mau dong seperti dia, mempesona bagi setiap mata yang memandang saat hari pernikahan saya nanti.  Nah, untuk itu, saya juga butuh tim (baca: vendor) yang oke, serta tentunya saya butuh “Ibu Peri” yang bisa membuat saya terlihat lebih cantik dari biasanya. Untuk memilih ibu peri yang tepat ini bisa dibilang merupakan pencarian yang cukup sulit, kalau sampai salah memilih bisa-bisa bukannya jadi putri cantik bak Cinderella tapi malah jadi putri  tak dikenal dari negeri antah berantah. Buat para capeng perempuan pasti bakalan setuju kalau masalah rias merias terbilang masalah krusial dan mungkin menjadi urutan pertama dalam wedding list. Baca lebih lanjut

Bride To Be

Gambar-Baju-Pengantin-Muslim-01

I wish I could wear this on my wedding day. Ciamik sekali kan?

Masih sekitar 1,5 bulan lagi menjelang My Wedding Day dan saya belum mempersiapkan apa-apa. What??? Kaget kan? Saya sendiri juga kaget. Oke, sebenarnya bukannya belum mempersiapkan apa-apa sama sekali, tp memang belum bisa dan hanya baru beberapa persen saja. Kenapa? Saya ada di Semarang bukannya  di Purwokerto, yang notabene akan menjadi lokasi perhelatan hari bersejarah dalam hidup saya tersebut. So? Ya, saya susah dong kalau harus ngurus ini itu tapi saya nggak di lokasi. Alasan saja kamu le…Huft, dan sejujurnya itu memang hanya sekadar alasan saya saja. Alasan utamanya adalah karena saya belum ada dan belum tahu budget pasti untuk acara pernikahan saya tersebut.

Rencananya pernikahan saya ini bisa dibilang kilat, meskipun bukan mendadak. Gimana nggak, ndodok lawang yang sekaligus lamaran dilakukan tepat sebelum puasa, sekitar semingguan setelah cami sidang thesis. Saya sebenarnya penginnya Baca lebih lanjut

Haruskah Baju Baru saat Lebaran?

Nggak terasa sekarang sudah memasuki minggu ketiga bulan Ramadhan. Hmm…kira-kira sudah pada nyiapin keperluan buat lebaran belum ya? Sudah punya kue lebarankah? Trus sudah beli baju barukah?

Ngomongin baju lebaran, entah sejak kapan, yang jelas kebiasaan membeli baju baru saat hari Raya seperti Lebaran bagi umat Islam di Indonesia seakan sudah menjadi kebudayaan atau tradisi. Coba deh lihat, menjelang lebaran, hampir semua orang beramai-ramai mempersiapkan baju baru untuk lebaran. Mall dan toko-toko baju ramai oleh pembeli. Diskon dan penawaran menarik pun digelar sejak memasuki bulan Puasa. Bahkan sampai ada acara midnight sale segala. Wajar saja kalau pusat berbelanjaan semakin ramai dan kian bejubel oleh pembeli. Tak hanya toko baju, tukang jahit pun kebanjiran order. Tak hanya itu saja, model baju lebaran pun sangat beranekaragam. Setiap tahun trend baju lebaran juga ikut berganti. Tapi sebenarnya, seberapa penting sih baju baru buat Lebaran?  Baca lebih lanjut

Ngabuburit di TPA Jatibarang

Bulan Ramadhan kali ini, saya punya kegiatan baru. Saya ikutan jadi relawan Rumah Zakat. Setiap sorenya Rumah Zakat punya program penyaluran buka bersama untuk anak yatim dan kaum dhuafa dengan tempat / lokasi yang berbeda setiap harinya. Nah, kebetulan hari Senin kemarin lokasi yang harus kami datangi adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang di Gunungpati.

Karena lokasi yang jauh, maka jadwal berkumpul yang biasanya jam 3 sore diajukan 30 menit awal. Tapi emang dasar Indonesia, karena yang dipakai jam karet maka jam 15.30 lebih kami baru berangkat. Saya berdua dengan teman saya menuju TPA menggunakan angkot yang kami sewa untuk membawa paket makanan. Sedangkan yang lain menggunakan motor. Baca lebih lanjut

Janjiku

Di bulan Puasa kayak gini, hal apa yang paling teman-teman sukai untuk dilakukan? Kalau buat saya,  hal yang paling saya sukai saat bulan Ramadhan adalah ketika bisa berkumpul berbuka puasa bersama teman-teman. Kenapa? ya senang aja gitu, kan bisa ngumpul bareng. Masa sih? Hmm…sebenarnya nggak hanya itu saja. Bisa berkumpul bareng teman so pasti menyenangkan. Tapi buat saya yang kehidupannya masih ababil ini, buka puasa bersama teman-teman bisa menjadi momen spesial.

Why? Baca lebih lanjut

Ramadhan yang Berbeda

Sudah tengah malam, tinggal menunggu hitungan jam untuk saya bersantap sahur. Berhubung mata saya belum mengantuk, sepertinya tidak ada salahnya saya mencoba memainkan jemari merangkai kata. Nggak salahkan? (Kalau salah ya berarti nggak benar, nggak salah kan? hehe..). Ah, alasan sebenarnya adalah karena saya takut telat bangun dan nggak bisa sahur hehehe…

Kalau kayak gini, jadi berasa masih jadi mahasiswa. Nglembur sampai tengah malam gini bahkan hingga pagi hari hanya untuk mengerjakan sesuatu, entah itu tugas kuliah, skripsi atau bahkan kerjaan nggak jelas entah apa itu. Sehabis itu habis subuh tidur hingga siang hari. Kalau sudah gitu, biasanya di meja saya selalu ada secangkir kopi dingin yang setia menemani menanti pagi. Tapi itu dulu, karena kini saya sedikit mengurangi mengkonsumsi kopi meskipun di laci logistik saya selalu ada persediaan kopi. Selain kopi, teman lain yang tak terlewatkan adalah Baca lebih lanjut